Sanggar Seni SMA Negeri 2 Tanjungpandan Tampil di ISI Yogyakarta

 

Jogjakarta,Sanggar seni SMA Negeri 2 Tanjungpandan tampil di di Institut Seni Indonesia (ISI )Yogyakarta Selasa 12/05/2015.kegiatan ini merupakan kegiatan Fasilitasi Perkembangan Keragaman Budaya Daerah yang di selenggaran oleh Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kab.Belitung tahun 2015 bekerjasama dengan Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta.dengan mengambil tema"Nanggo Kampong".sanggar seni SMA Negeri 2 Tanjungpandan merupakan sanggar seni binaan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Belitung,yang di tunjuk untuk Fasilitasi perkembangan keragaman Budaya Daerah tahun 2015. Kegiatan berlangsung di Auditorium Mini Concert Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI )Yogyakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kab.Belitung Drs.Irfani Mauran dalam kata sambutan"mengucapkan terima Kasih kepada Ketua Jurusan Etnomusikologi yang telah berkenan untuk memberikan ruang dari kegiatan ini,dan tak lupa kami ikut bangga dengan semangat mahasiwa sarta yang hadir untuk menyaksikan pagelaran keragaman budaya daerah Belitung tahun 2015".

Nyanyian dan tarian dengan iringan musik gambus berirama Melayu membawa suasana seperti di Belitung sungguhan. Pertunjukan tersebut diberi nama 'Nanggo' (hasil karya seni urang Belitong) yang merupakan Kegiatan Fasilitasi Perkembangan Keragaman Budaya Daerah. Wakil Rektor I ISI Yogyakarta Prof Dr I Wayan Dana SST MHum dan Dekan FSP ISI Yogyakarta Prof Dr Yudi Aryani MA,Ketua Komisi III DPRD Kab.Belitung H.Artiyansah beserta anggota Komisi III menyaksikan pertunjukan dari awal sampai akhir.

Panampilan musik gambus sebagai pembuka. Kemudian membawakan tarian Lesong Panjang dengan alat musik lesung dan alu bagian dari pesta kampong Maras Taun sehabis panen. Kemudian kesenian Baregong dan Beripat yang tidak bisa dipisahkan. Beregong karena alat musiknya gong, sedang berepat jenis olahraga beladiri menggunakan senjata rotan.

Kesenian Campak atau berbalas pantun menjadi menggundang gelak tawa. Berbalas pantun dalam nyanyian oleh penari perempuan dan kemudian dijawab oleh penari laki-laki . Para penari juga kemudian mengajak beberapa tamu di deret kursi depan untuk menari.