5 Hal yang Membuat Siswa Bisa Gagal di SNBT

 

Persaingan SNBT setiap tahunnya sangat tinggi dan ketat, sehingga membuat peluang siswa gagal saat ujian terbuka lebar. Namun ada banyak hal yang kadang tidak disadari calon peserta SNBT, yang bisa membuat mereka gagal lolos. Lantas, hal apa saja yang membuat siswa bisa gagal di SNBT?

Semakin matang persiapan siswa dalam menghadapi SNBT, maka rasa deg-degan atau takut gagal SNBT bisa kamu atasi dengan baik. Persiapan SNBT tersebut bukan hanya dilihat dari belajar materi atau latihan soal saja. Mengenali hal-hal yang bisa menjadi penyebab gagal SNBT juga termasuk dalam persiapan untuk taklukkan SNBT.

Apa Itu SNBT?

Sebagaimana diketahui, Sistem Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2023 diselenggarakan oleh Badan Seleksi Nasional Seleksi Mahasiswa Baru (SNPMB) (PTN). Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2022 tentang penerimaan mahasiswa baru program sarjana dan pascasarjana di perguruan tinggi negeri.

Kemendikbud Ristek memaparkan ada sebanyak tiga jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri 2023 nanti yaitu, SNBP Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) dan Seleksi berdasarkan mandiri. Pada jalur SNBP dan SNBT sepenuhnya di persiapkan oleh tim SNPMB dan pada seleksi mandiri akan diselenggarakan oleh PTN masing-masing.

Pada jalur SNBP hanya bisa diikuti oleh siswa kelas 12 SMA/SMK Angkatan 2023 saja, dengan, pada jalur ini siswa tidak dikenakan biaya, dan kuota SNBP ini sebanyak 20 persen. Bagi siswa yang dinyatakan layak mengikuti SNBP nilai siswa akan diinput ke PDSS oleh sekolah masing-masing, kemudian siswa yang sudah dinyatakan lulus dari SNBP tidak bisa mengikuti jalur seleksi berikutnya seperti SNBT dan Seleksi mandiri.

Pada jalur SNBT, bisa diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 angkatan 2021,2022 dan 2023, pada seleksi ini sama seperti UTBK pada tahun lalu, peserta harus lulus tes untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri, dan kuota pada SNBP ini sebanyak 40%.

Pada tes SBNT beda dengan tes UTBK lalu yang semulanya ada uji Saintek dan Soshum, pada SNBT yang akan di tes kan yaitu Tes Skolastik yang meliputi Penalaran Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan tes kognitif.

Rencana Jadwal SNBT

Dikutip dari website Resmi SNPMB 2023 telah meluncurkan jadwal SNBP dan SNBT yang mana jadwal ini selalu dinantikan oleh para siswa kelas 12 dan Gap Year. Berikut informasi jadwal SNPMB 2023.

Berikut jadwal SNBP:

• Pembuatan akun SNPMB untuk jalur SNBP akan dilaksanakan pada 16 Januari – 8 Februari 2023
• Pendaftaran SNBP akan dilaksanakan pada 14 – 28 Februari 2023
• Pengumuman hasil SNBP akan dilakukan pada 28 maret 2023 dan Seluruh kegiatan pada hari yang sudah ditentukan diakhiri pada pukul 15.00 WIB.

Berikut 5 hal yang membuat siswa gagal di SNBT:

1. Kurang aktif mencari informasi SNBT

Jika berniat mendaftar SNBT 2023, cobalah mencari informasi minimal sebulan sebelum pendaftaran dibuka. Kurang mencari informasi, bisa menyebakan siswa SMA atau SMK gagal saat proses seleksi.

SNBT sendiri, terdiri dari 2 gelombang Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Materi ujian SNBT berbeda dengan SBMPTN tahun sebelumnya, sehingga cara agar lolos tentu saja dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya.

Informasi soal SNBT bisa kamu dapatkan secara online. Misalnya, dari berita online, Instagram, Twitter dan akun resmi pelaksana SNBT dalam hal ini Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3).

Dari informasi tersebut kalian bisa mendapatkan bahan yang harus dipelajari, waktu penyelenggaraan, hingga bagaimana ujian SNBT dilakukan.

2. Menganggap enteng waktu belajar

Hal kedua yang bisa memperbesar kegagalan saat SNBT ketika siswa SMA dan SMK enggan belajar. Materi SNBT ke depan berbeda dengan SBMPTN tahun sebelumnya. SNBT memiliki materi ujian antara lain:

1. Kemampuan potensi kognitif
2. Logika penalaran matematika
3. Literasi dalam bahasa Indonesia
4. Literasi dalam bahasa Inggris

Karena ada 4 materi UTBK, cobalah mempersiapkan dan mengelola waktu belajar soal-soal SBMPTN disela-sela aktivitas harian. Jangan menunda-nunda belajar materi SNBT, karena kamu akan menyesal apabila hanya tersisa sedikit waktu untuk mempersiapkan diri. Rencanakan dengan matang materi dan waktu untuk mempelajari bahan tersebut. Persiapan yang matang membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga belajarlah mulai dari sekarang.

3. Malas atau kurang latihan soal

Selain menunda belajar soal-soal SNBT, kegagalan lain ialah saat kamu malas dan kurang latihan soal. Latihan soal SNBT sangat penting untuk melatih cara berpikir dan pemahaman akan konsep dari soal-soal yang diberikan.

Mulailah berlatih soal tidak hanya dengan mengerjakan soal try out, namun cobalah mencari soal yang belum pernah kamu dapatkan di sekolah. Soal-soal yang memiliki konsep berpikir sama bisa membantumu untuk berpikir kritis dan mengasah cara untuk memecahkan masalah. Gunakanlah internet untuk mencari soal-soal SNBT. Bisa juga bertanya pada guru di sekolah untuk menyediakan soal-soal SNBT.

4. Tetap belajar dengan pola yang salah

Cobalah berhenti mengerjakan soal agar cepat selesai. Mengerjakan soal bukan hanya untuk diselesaikan. Mengerjakan soal sebetulnya membantu siswa SMA, SMK atau peserta SNBT agar terlatih memahami ujian dengan teliti.

Dengan memahami konsep soal yang diberikan, peserta SNBT akan tahu maksud dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Terutama soal logika, dimana calon peserta SNBT diajak memecahkan soal lewat logika dari masing-masing peserta. Soal logika malah membingungkan jika kalian tidak memahami konsep.

Kemudian, jangan terbiasa belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS). Mulailah menghindari pola belajar seperti ini, karena informasi yang masuk di kepalamu bisa jadi hanya bertahan sebentar. Otak akan lebih efektif dalam menerima informasi secara perlahan-lahan dengan intensitas sering, ketimbang harus menerima banyak informasi secara bersamaan.

5. Pahami strategi bersaing di SNBT

Banyak strategi yang bisa dilakukan siswa SMA atau SMK saat mempersiapkan diri bersaing di SNBT. Misalnya strategi memilih jurusan dengan daya saing rendah, jurusan dengan daya tampung tinggi. Kemudian soal-soal di buku mana saja atau website mana saja yang jarang dibahas siswa atau peserta lainnya.

Jangan lupa mintalah pendapat dari alumni yang lolos SNBT. Peserta bisa mengambil langkah dari cerita atau pengalaman tersebut untuk dijadikan bahan referensi dalam pengambilan keputusan ke depannya. (www.kelaspintar.id)