BNNK Gelar TOT P4GN di Dunia Pendidikan

 

TANJUNGPANDAN-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung menggelar Training of Trainer (TOT), Kamis (13/10) kemarin. TOT yang di gelar, di ruang rapat Hotel Billiton itu, untuk Pemberdayaan, Bidang Pencegahan, Pemberantasan, Peyalahggunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lingkungan Pendidikan.

Sebanyak 20 orang peserta perwakilan dari sekolah hingga akademi di Kabupaten Belitung. Nampak hadir, kepala sekolah dan guru tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Belitung. Nampak pula, perwakilan dari Akademi Manajemen Belitung (AMB).

Kepala BNNK Belitung AKBP Harun Sani mengatakan, itu untuk membangun koneksi jejaringan kerja serta kepedulian stakeholder di Lingkungan Pendidikan untuk memecahkan permasalahan narkoba secara mandiri. Di antaranya, melalui pelatihan atau pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“BNNK Belitung akan membentuk pengiat anti Narkoba yang baru. Salah satunya di lingkungan pendidikan, untuk menata kawasan yang terindikasi rawan penggunaan Narkoba. Sebab, ada beberapa sekolah yang belum terbentuk penggiat anti Narkobanya,” kata Kepala BNNK Belitung kepada Belitong Ekspres.

Menurut AKBP Harun, pengembangan kapasitas atau penambahan jumlah SDM penggiat anti Narkoba akan memberikan daya baru dalam memerangi narkoba. Untuk itu, harus didukung dengan pemahaman-pemahan bahaya narkoba, salah satunya dengan mengikuti TOT.

“Ruang lingkup penggiat anti Narkoba perlu dikembangkan, terutama di lingkungan pendidikan. Partisipasi guru untuk memerangi narkoba sangat dibutuhkan, anak di sekolah perlu diawasi dengan baik, diberikan pemahaman pada anak akan bahaya narkoba,” Jelasnya.

Senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Belitung Teguh Jananto. Menurut Teguh, TOT Pemberdayaan Bidang P4GN di Lingkungan Pendidkan itu, sangat diperlukan. Sinergi antara BNN, BNNP dan BNN dan sejumlah stakeholder termasuk guru-guru di sekolah, itu harus terkoneksi dengan baik.

“Semoga apa yang mereka (peserta,red) dapat disaat mengikuti TOT bisa menambah jumlah penggiat anti narkoba. Khususnya di Kabupaten Belitung dan Indonesia pada umumnya. Bisa diimplementasikan dengan baik, sesuai petunjuk yang telah diberikan,” pesannya.

Sementara itu, Kabid Pemdes BPMPDPKB Kabupaten Belitung Wigman Wudie Setiawan mengatakan partisipasi dan kolaborasi antara lingkungan pendidik dan masyarakat harus saling bahu membahu. salah satu strategi untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba. “itu sudah melanda hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari strata sosial ekonomi atas sampai paling bawah, termasuk kampus-kampus di perguruan tinggi hingga sekolah dasar. Tentu sangat memprihatikan sekali. Mari bersama-sama memberantas narkoba, demi menyelamatkan anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurut Wigman, tingginya angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajarmerupakan tanggung jawab bersama, bukan individu atau kelompok. “Maraknya kasus-kasus akhir-akhir ini, dengan mengincar anak SD, tak urung membuat masyarakat resah, khususnya orang tua,” pungkasnya (BE)