Pentas Adat Perkawinan Belitong Di Angkat Secara Kolosal
Tanjungpandan,Panitia pelaksana Program P3 WILSEN Institut Seni Indonesia Yogyakarta ke-2 Tahun 2016 menampilkan Adat perkawinan Belitong secara kolosal di halaman gedung Nasional Tanjungpandan Belitung Sabtu,27 Agustus 2016 malam.acara yang bisa di lihat secara terbuka dan menarik ratusan penonton memadati tribun halaman gedung Nasional,ratusan penonton antusias menyaksikan hingga acara berakhir.
Acara ini terselenggara atas kerjasama beberapa sekolah salah satunya SMA Negeri 2 Tanjungpandan selaku panitia Pelaksana dan pendukung acara pentas kolosal adat perkawinan Belitong.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku Koordinator kegiatan,Kepala Bidang Kebudayaan H.Wahyu Hidayat,S.Ikom serta pembimbing kegiatan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ( ISI ) melalui kegiatan Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3 Wilsen) .
Dalam kata sambutannya Bupati Belitung”Adat istiadat perkawanian Belitong ini harus bisa di maknai dengan seksama ada rangkaian kegiatan adat yang harus dilewati,saya harapkan generasi muda bisa mengetahui budaya daerah sendiri.kehadiran masyarakat untuk menjaga adat sangatlah penting ,seperti tradisi berebut lawang adalah tradisi yang penuh dengan makna di dalamnya dan banyak masyarakat belum tahu makna sebenarnya.dengan adat kita bisa menjadi lebih baik dalam tatanan kehidupan bermasyarakat”.
Dalam kesempatan tersebut Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta Prof.Dr. I Wayan Dana,S.ST, M.Hum menyerahkan secara simbolik buku kepada Bupati Belitung yang berjudul” Potret Sanggar-Sanggar Seni Sebagai Pusat Dan Wadah Pengembangan Kesenian Belitung”.buku ini sebagai salah satu referensi seni budaya Belitung.