Cari Tahu Tentang Kecerdasan Emosional

 

Setiap manusia dilahirkan memiliki kecerdasan (intelligent) yang berbeda. Untuk memaksimalkannya, tentu saja perlu diasah. Ini berlaku untuk semua jenis kecerdasan, termasuk emosional atau Emotional Quotient (EQ). Terlebih, kecerdasan ini sangat berguna untuk membangun hubungan pribadi dan lainnya. Tapi, apa sih sebenarnya kecerdasan emosional itu?

Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah studi, bahkan menyebut ini dua kali lebih penting. Daniel Goleman dalam bukunya “Kecerdasan Emosional” menjelaskan bahwa ini bertanggung jawab atas keberhasilan sebesar 80%, dan 20% ditentukan oleh IQ.

Selain itu, seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik, lebih mudah dipercaya, bisa beradaptasi dengan baik, bisa bergaul dan bekerjasama dalam tim, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta memiliki motivasi yang tinggi.

Apa itu kecerdasan emosional?

Dirangkum dari laman Wikipedia, secara umum kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali serta mengelola emosi atau perasaan, baik diri sendiri maupun orang lain. Dalam pengertian lainnya, emotional quotient bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Menurut Howard Gardner (1983), terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.

Kecerdasan emosional didefinisikan juga oleh Peter Salovey dan John Mayer, sebagai “kemampuan untuk mengatur emosi diri sendiri dan orang lain yang mana kecerdasan ini bertujuan untuk membedakan antara emosi yang beragam dan memberi label secara tepat, serta menggunakan informasi emosional untuk mengatur pikiran dan perilaku”.

Definisi ini kemudian diperdalam, disempurnakan, dan kemudian diusulkan untuk dibagi menjadi empat kemampuan, yaitu memahami, menggunakan, memahami, dan mengelola emosi. Kemampuan ini sebenarnya berbeda-beda namun saling terkait.

Sedangkan menurut Salovey dan Mayer mengungkapkan bahwa aspek-aspek yang ada di dalam kecerdasan emosional yaitu mampu merasakan empati, berani mengungkapkan dan memahami perasaan, bisa mengendalikan amaran, mampu beradaptasi, mandiri, setia terjadap pertemanan, ramah, dan hormat kepada yang lain.

Jenis Emosi

1. Marah

Marah adalah ekspresi emosi yang bersifat agresif. Marah bisa dipicu akibat frustasi, merasa kecewa, dan rasa kesal terhadap suatu hal.

2. Kesedihan

Kesedihan merupakan reaksi emosi yang timbul karena suatu hal, bisa karena peristiwa, pengalaman, dan keadaan yang menyakitkan dan rasa kecewa.

3. Takut

Rasa takut bisa disebabkan oleh ancaman karena merasa diri dalam bahaya. Ancaman tersebut bisa ditimbulkan dengan ancaman fisik, psikologis, hal yang imajiner, serta emosional.

4. Kenikmatan

Kenikmatan bisa diekspresikan dengan rasa bahagia dan gembira. Selain itu, kenikmatan menunjukkan rasa senangm terpesona, hingga rasa takjub akan suatu hal.

5. Cinta

Cinta merupakan salah satu jenis emosi yang timbul karena rasa intim, menyebabkan gairah, dan komitmen. Cinta juga juga merupakan emosi yang dipengaruhi oleh kedekatan, rasa tertarik, juga rasa percaya terhadap satu sama lain.

6. Terkejut

Terkejut merupakan salah satu emosi yang bisa terjadi dalam waktu yang singkat. Rasa terkejut bisa muncul karena menemukan sesuatu hal yang baru.[30] Emosi terkejut bisa diekspresikan dengan rasa takjub, kejutan, muak, terpanam hingga rasa mual ingin muntah.

7. Malu

Malu merupakan rasa yang tidak nyaman yang muncul karena kondisi sosial dalam menghadapi orang baru, yang terjadi karena kondisi interaksi sosial yang buruk.

Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/cari-tahu-tentang-kecerdasan-emosional-15527/