Ulang Tahun, Begini Sejarah Lahirnya TVRI
Televisi Republik Indonesia atau dikenal dengan TVRI merupakan jaringan televisi publik berskala nasional pertama di Indonesia. Berstatus sebagai milik pemerintah, TVRI didirikan sebagai Lembaga Penyiaran Publik resmi melalui ketetapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Stasiun televisi ini mulai mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962 dan memonopoli siaran televisi di Indonesia hingga tahun 1989, saat televisi swasta pertama muncul. Nah, bagaimana sih sebenarnya sejarah lahirnya TVRI ini?
Dalam perkembangannya kini, TVRI sudah mengudara di seluruh wilayah Indonesia dengan sistem siaran analog dan siaran digital. TVRI menjalankan 3 saluran televisi berskala nasional (dengan 2 di antaranya hanya bersiaran digital) dan 30 stasiun televisi daerah serta didukung 361 stasiun transmisi (termasuk 120 stasiun transmisi digital) di seluruh provinsi Indonesia. Selain di televisi konvensional, siaran TVRI juga dapat ditonton melalui siaran streaming di situs resmi, aplikasi TVRI Klik, dan layanan OTT lainnya.
Dilansir Wikipedia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002, sumber pendanaan TVRI dapat berasal dari iuran penyiaran, APBN, sumbangan masyarakat, siaran iklan, dan usaha lain yang sah yang terkait dengan penyelenggaraan penyiaran.
Hal menarik lainnya, karyawan TVRI di seluruh Indonesia sebagian besar merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dimana, pada tahun anggaran 2007, karyawan TVRI berjumlah 6.099 orang (5.085 orang pegawai negeri sipil (PNS) di bawah Kemenkominfo dan 1.014 orang tenaga honor atau kontrak) dengan komposisi 1.600 orang di antaranya adalah karyawan TVRI pusat. Namun, hingga tahun 2018 karyawan TVRI dirampingkan menjadi 4.300 orang, dengan komposisi 1.800 orang adalah karyawan TVRI pusat dengan 90 persen di antaranya merupakan PNS.
Sejarah lahirnya TVRI
Sejarah lahirnya TVRI dimulai ketika Pemerintah Indonesia, pada tahun 1961, memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV. Pada tanggal 25 Juli 1961. Hingga pada akhirnya Menteri Penerangan, Maladi mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT RI ke-17 dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan format hitam-putih dan didukung pemancar cadangan berkekuatan 100W. Hingga pada akhirnya, pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Dengan hadirnya TVRI, Indonesia menjadi salah satu dari empat negara di Asia yang memiliki stasiun televisi bersama Jepang, Filipina, dan Thailand. Dalam melaksanakan tugas siarannya, TVRI didasarkan pada SK Menteri Penerangan Republik Indonesia No. 20/SK/VII/61.
TVRI mulai menayangkan produk iklan mulai 1 Maret 1963. Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden Republik Indonesia. Dalam perkembangannya, pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.
Tepat pada tanggal 7 Juni 2000, pemerintah menerbitkan PP No. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), sesuai dengan prinsip-prinsip televisi publik, independen, netral, mandiri, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Hingga pada akhirya, pada Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan RI untuk urusan organisasi keuangan.
Melalui Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang terpisah dari kementerian mana pun. Dengan perubahan status TVRI ke lembaga penyiaran publik, maka TVRI diberi masa transisi selama 3 tahun. Selama masa transisi ini, TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan.
Dengan adanya masa transisi selama 3 tahun ini, diharapkan TVRI akan dapat memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh undang-undang, yaitu sebagai televisi publik dengan sasaran khalayak yang jelas. Undang-undang ini kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2005.
Siaran Era Digital
Mengikuti rencana pemerintah untuk memperkenalkan televisi digital di Indonesia, TVRI meluncurkan siaran digitalnya pada 21 Desember 2010 dengan cakupan awal di Jakarta, Surabaya dan Batam. Pada waktu yang sama, TVRI juga meluncurkan dua saluran terestrial digital yang merupakan saluran terestrial digital pertama di Indonesia: TVRI 3 (kini TVRI Kanal 3) dan TVRI 4 (kini TVRI Sport HD).
Pada tahun 2017, TVRI mulai merombak acara maupun siaran secara besar-besaran dan pada tanggal 29 Maret 2019 pukul 20.20 WIB, TVRI mengubah logonya. Logo baru TVRI tersebut sedianya akan rilis pada kuartal keempat tahun 2018 dan menjadi menjadi logo kedelapan TVRI. Pada Agustus 2019, TVRI bersama dua televisi swasta nasional (MetroTV dan Trans7) dan Kemenkominfo secara resmi meluncurkan siaran televisi digital untuk wilayah-wilayah perbatasan Indonesia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Hal ini ditujukan agar masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan acara terbaik dan berkualitas yang ditayangkan seluruh TV nasional dan daerah dengan gambar yang lebih tajam dan jernih dari televisi analog, tanpa membutuhkan biaya. Migrasi (peralihan) TV analog ke digital dalam rangka menghadapi ASO (Analog Switch Off) yang akan diberlakukan pemerintah Republik Indonesia dalam waktu dekat ini.
Di Tanggal 24 Agustus tahun 2021 ini TVRI sudah genap memasuki usia 59 tahun dan menjadi Televisi tertua di Indonesia dan Asia Bersama dengan televisi di toga negara lainnya.
Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/ulang-tahun-begini-sejarah-lahirnya-tvri-13193/