Mengidentifikasi Karakter Puisi

 

Karakter puisi. Setiap orang pasti sudah pernah mendengar dan membaca puisi, karena puisi merupakan bagian keseharian dalam kehidupan. Bahkan, puisi dijadikan sebuah alat untuk berkomunikasi karena dapat menyampaikan pesan tertentu dari pembuat puisi kepada audience atau pembaca.

Puisi merupakan salah satu karya sastra berupa tulisan yang mengandung irama, rima, ritma pada setiap liriknya. Karya sastra ini memiliki karakteristik tersendiri. Dimana, karakter puisi terlihat dari pengungkapan bahasanya yang banyak menggunakan kiasan dan simbol dengan makna yang dalam. Selain itu, karakter puisi yang menonjol adalah tipografi atau tata letaknya.

Jika melihat berdasarkan karakter puisi, maka ada dua jenis puisi yang beredar dimasyarakat yaitu puisi lama dan puisi baru.

Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang bentuknya terikat sejumlah aturan, seperti jumlah larik dan pola rima. Ada beberapa contoh bentuk puisi lama dengan karakter puisi masing-masing antara lain :

• Pantun, merupakan puisi lama yang setiap baitnya terdiri atas empat larik. Dua larik pertama merupakan sampiran sedangkan dua larik berikutnya merupakan isi. Pola rima pantun adalah a-b-a-b. Disamping itu, pantun memiliki beberapa variasi yaitu pantun berkait, pantun talibun, dan pantun kilat.

Contoh Pantun :

Buah angrek pohon benalu
Buah berangan dari jawa
Kalau cerdik pikir dahulu

Jangan diri dapat kecewaSyair, merupakan puisi yang setiap baitnya terdiri atas empat larik dengan pola rima a-a-a-a. semua larik dalam syair berupa isi.

Contoh Syair :

Pada zaman dahulu kala
Tersebutlah sebuah cerita
Sebuah negeri yang aman sentosa
Dipimpin sang raja nan bijaksana

• Gurindam, adalah puisi yang setiap baitnya terdiri atas dua larik. Memiliki pola rima a-a dan berisi nasihat.

Contoh Gurindam :

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah
Gurindam dua belas, Raja Ali Haji)

Puisi Baru

Puisi baru merupakan pembaruan puisi yang mendapat pengaruh dari barat. Puisi baru tidak terlalu terikat pada sejumlah aturan seperti puisi lama. Akan tetapi ada puisi baru yang masih mengikat jumlah larik pada setiap bait puisi. Adapun puisi baru ini terdiri atas beberapa jenis antara lain :

• Puisi Naratif, merupakan ungkapan cerita atau penjelasan dari penyair. Dimana, puisi naratif ini dibagi kembali menjadi balada (berisi riwayat) dan romansa (luapan cinta).
• Puisi Lirik, puisi ini terbagi menjadi beberapa jenis antara lain elegi (kesedihan), ode (sanjungan), dan serenade.
• Puisi Deskriptif, dalam puisi ini penyair bertidak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan, peristiwa, benda, atau suasana yang menarik perhatiannya. Contohnya adalah satire (sindiran atau kritik), puisi impresionistik atau puisi yang bersifat kritik sosial.

Unsur Pembentuk Puisi

Terdapat dua unsur dalam pembentukan puisi yaitu unsur intrinsik (unsur yang berasal dari dalam karya tersebut). Ada hal-hal yang membentuk unsur intrinsik antara lain tema dan amanat puisi, penggunaan kata konotasi, citraan, serta majas dan irama.

Unsur yang kedua adalah unsur ekstrinsik yaitu unsur yang berasal dari dua karya antara lain ; latar belakang penyair, kondisi sosial budaya, maupun lingkungan alam.

Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/mengidentifikasi-karakter-puisi-11565/