Tips Pintar !! Mengenal Sistem Ekonomi Tradisional

 

Kegiatan perekonomian di suatu negara atau pemerintahan bisa berlangsung karena adanya sebuah sistem ekonomi yang mengatur keseluruhan kegiatan. Sebelum sistem ekonomi berkembang sangat modern dan canggih seperti saat ini, semua berawal dari sistem ekonomi tradisional.

Sistem ekonomi tradisional sendiri merupakan kebijakan ekonomi yang berpedoman pada tradisi yang dihormati dan dianut secara turun temurun. Sistem ekonomi ini terbentuk berdasarkan cara hidup suatu masyarakat dan secara mandiri.

Sebagai contoh, kebutuhan pangan dipenuhi dengan berburu, bercocok tanam, atau beternak. Selain itu, kebutuhan sandang dipenuhi dengan memintal dan menenun, sedangkan kebutuhan pangan dan peralatan dipenuhi dengan membangun rumah dan membuat perabotan secara bergotong royong.

Tujuan dari sistem ekonomi tradisional ini untuk mempertahankan kegiatan ekonomi yang telah ada, tanpa ada upaya mengembangkan sesuatu yang baru. Pasalnya, masyarakat sudah merasa cukup dengan yang diperoleh. Ada beberapa ciri sistem ekonomi ini, diantaranya:

• Kegiatan sehari-hari berpusat pada keluarga, marga, atau suku. Mereka menerapkan tradisi sebagai pedoman kehidupan sehari-hari termasuk keputusan ekonomi.
• Sistem ekonomi ini mulai dikenal dalam masyarakat nomaden, yang hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering).
• Kegiatan ekonomi hanya menghasilkan apa yang mereka butuhkan. Akibatnya, pada awalnya belum muncul kebutuhan untuk berdagang atau menghasilkan uang. Produsen mengonsumsi sendiri barang yang diproduksinya.
• Ketika perdagangan mulai dikenal, transaksi dilakukan secara barter (tukar menukar). Perdagangan berlangsung antara kelompok dengan cara hidup berbeda. Misalnya, suku petani melakukan barter dengan suku penangkap ikan.
• Sistem ekonomi ini mulai berkembang saat masyarakat mulai menetap, dengan cara hidup bertani atau beternak. Mereka pun memiliki kelebihan (surplus) hasil panen dan ternak. Akibatnya, perdagangan dirasakan semakin penting. Lama kelamaan, sistem uang pun mulai berlaku untuk mempercepat proses transaksi.

Keunggulan dan Kelemahan

Secara umum, sistem ekonomi tradisional jelas hampir punah dan hanya digunakan oleh masyarakat pedesaan dan terpencil saja, itupun hanya di beberapa negara tertentu. Meskipun sudah mulai ditinggalkan, sistem ekonomi ini sebenarnya memiliki banyak keunggulan, antara lain :

• Persaingan ekonomi antarwarga jarang terjadi. Pasalnya, semua warga mematuhi tradisi yang mengatur distribusi sumber daya.
• Setiap warga menyadari dan menerima perannya masing-masing dalam kegiatan produksi, misalnya sebagai petani, pemburu, dan penenun. Peran itu diterima sebagai bentuk dukungan untuk kemakmuran bersama.
• Sistem ekonomi ini berskala kecil sehingga tidak berdampak kerusakan lingkungan, seperti pada masyarakat industri.
• Masyarakat tidak memiliki kemampuan dan keinginan untuk menghasilkan di luar kebutuhan. Akibatnya kehidupan ekonomi mereka justru lebih langgeng daripada ekonomi berbasis teknologi.

Kendati demikian, dibalik keunggulan atau kelebihan yang ada tersebut, sistem ekonomi ini juga memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan. Berikut beberapa kekurangan atau kelemahan dari sistem ekonomi tradisional:

• Rentan terhadap perubahan alam, terutama cuaca. Saat musim kemarau panjang masyarakat terancam kelaparan, sedangkan musim hujan berkepanjangan dapat mengancam gagal panen atau kesulitan mendapatkan hewan buruan.
• Sistem ekonomi tradisional juga rentan terhadap sistem ekonomi lain. sistem lainnya ini cenderung mengkonsumsi berlebihan sumber daya alam yang menjadi andalan sistem ekonomi tradisional. Misalnya, pengeboran minyak oleh suatu negara berpengaruh terhadap rusaknya kawasan hutan di negara tetangga yang masyarakatnya masih hidup dengan cara berburu.

Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/mengenal-sistem-ekonomi-tradisional-11327/