Beda Sekolah dan Kuliah, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!

 

Semua orang pasti mengenal ungkapan dalam sebuah lagu dalam serial “Kisah Kasih di Sekolah”. Masa sekolah sangat identik dengan seragamnya. Namun saat lulus, siapapun yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi harus mencoba beradaptasi dengan lingkungannya. Karena memang keduanya memiliki lingkungan yang berbeda. Lantas apa saja beda antara sekolah dan kuliah?

Bagi mahasiswa baru, hidup di dunia kuliah dan sekolah menengah memang beda 180 derajat. Agar tidak mengalami culture shock di dunia perkuliahan, ada baiknya pelajari juga hal yang membedakan diantara keduanya.

Nah, berikut beberapa hal yang membuat sekolah dan kuliah beda, agar kamu tidak mengalami culture shock:

1. Kuliah lebih mandiri

Saat sekolah mungkin guru akan membimbingmu ketika belum memahami suatu pelajaran. Sementara dalam perkuliahan, dituntut untuk lebih mandiri dan lebih aktif bertanya, hingga mencari referensi di perpustakaan.

2. Pakaian yang Dikenakan

Antara sekolah dan kuliah, perbedaan yang paling mencolok adalah pakaian yang dikenakan. Secara umum, sekolah di Indonesia mewajibkan sekolah negeri dan swasta menggunakan seragam. Sementara perkuliahan, dibebaskan dalam berpakaian. Asalkan sopan, rapih, bersih dan tidak menggunakan sandal.

Meski demikian, ada diantara kampus negeri dengan ikatan dinas seperti IPDN, STAN, AKMIL dan lainnya yang mewajibkan mahasiswanya untuk berseragam khas masing-masing. Dasar yang menjadi tuntutannya adalah kedisiplinan.

3. Tidak memerlukan buku catatan setiap mata kuliah

Mahasiswa gak perlu membawa catatan terlalu banyak. Biasanya mereka cukup membawa sebuah buku catatan yang bisa digunakan untuk mencatat materi yang ada di perkuliahan. Jadi, mereka gak perlu mencatat di catatan berbeda seperti saat sekolah.

4. Tidak ada yang marah jika bolos

Setiap mahasiswa biasanya mendapatkan jatah absen sebanyak 3 kali. Karena itu, mahasiswa yang ingin membolos kuliah bisa mengambil jatah absen tersebut. Berbeda dengan sekolah, siswa tidak diperkenankan bolos saat mengikuti kelas. Jika membolos, siswa harus menunjukkan surat izin atau surat sakit.

5. Penyebutan tenaga pendidik atau pengajar

Di sekolah punya guru sebagai pengajar, sedangkan kuliah menyebut istilah guru dengan dosen. Tak hanya berbeda istilahnya saja, saat sekolah guru akan membimbing, mengarahkan, melatih dan mengajari sampai benar-benar paham pada materi yang diajarkan.

Namun berbeda dengan kuliah, meskipun tugas utamanya adalah mengajar, namun dosen akan lebih cenderung menjadi fasilitator. Dosen hanya membimbing dalam mempelajari setiap materi yang diberikan.

6. Waktu belajar

Saat di sekolah, waktu belajar atau jam pelajaran sudah ditentukan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Siswa diharuskan berada di sekolah mulai dari pukul 7 sampai pukul 3 sore atau bahkan pukul 5 sore bagi yang fullday school. Namun, saat kuliah, waktu belajar akan lebih fleksibel tergabtung kelas mana dan mata kuliah apa saja yang diambil pada semester tersebut. Jadwal kuliah tersebut biasanya akan berbeda beda setiap kampus, fakultas, bahkan jurusan.

7. Ujian kelulusan

Umumnya di sekolah ujian kelulusan akan dilakukan secara tertulis atau online. Tak jarang ada beberapa guru yang memberikan kisi-kisi jauh sebelum ujian dilaksanakan. Berbeda dengan saat kuliah, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah skripsi sebagai tugas akhir. Sumber : kelaspintar.id