Tokoh Dibalik Peristiwa Serangan Umum 1 Maret
Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadi titik balik perjuangan yang dilakukan TNI bersama rakyat dalam mengembalikan kewibawaan Indonesia di mata dunia. Pasalnya, pasca Agresi Militer Belanda II, kota Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota negara diambil alih Belanda dan muncul propaganda yang menyatakan bahwa Indonesia sudah tidak ada.
Serangan umum 1 Maret 1949 adalah peristiwa serangan besar-besaran oleh TNI ke Yogyakarta. Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota Indonesia, diambil alih oleh Belanda melalui Agresi Militer Belanda II yang dilancarkan pada Desember 1948.
Pasca Agresi Militer Belanda II di wilayah Indonesia pasukan TNI dibawah komando Jenderal Soedirman melakukan upaya pertahanan wilayah RI dengan strategi perang gerilya. Disisi lain Resolusi DK PBB yang dikeluarkan pada tanggal 28 Januari 1949 di tolak Belanda karena mereka menyatakan bahwa Pemerintahan Indonesia tinggal nama.
Indonesia dinilai hanya tersisa pemberontak dan pengacau yang dapat merusak perdamaian dunia. Hal ini membuat Jenderal Soedirman merencanakan melakukan penyerangan sebagai pembuktian bahwa Indonesia masih ada.
Adapun salah satu hasil serangan umum 1 Maret ini adalah TNI dapat menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Meski terbilang singkat, namun peristiwa tersebut telah membuktikan pada dunia bahwa eksistensi tentara Indonesia masih ada dan memperkuat posisi Republik Indonesia di dunia internasional. Lantas siapa saja tokoh nasional yang terlibat dalam peristiwa tersebut?
Dilansir dari berbagai sumber, awal penyerangan bermula dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mendengar kabar berita dari siaran radio. Siaran tersebut membahas tentang forum Dewan Kemanan PBB membicarakan masalah Indonesia. Atas dasar tersebut, pihak RI perlu membuka pandangan dunia terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kemudian mengirimkan surat kepada Letnan Jenderal Soedirman. Isi surat tersebut untuk meminta serangan. Akhirnya Jenderal Soedirman setuju dan berkoordinasi dengan Letkol Soeharto yang ketika itu menjabat sebagai Komandan Brigade 10/Wehrkreise III.
Pada 1 Maret 1949 pagi hari TNI dan pasukan sipil melakukan serangan secara besar-besaran di seluruh wilayah Divisi III/GM III dengan fokus serangan di ibu kota Yogyakarta. Serangan umum 1 Maret dilakukan pagi hari pada pukul 06.00 dengan dipimpin oleh Letnan Masduki yang dilakukan melalui berbagai sektor yaitu :
• Sektor Barat (sampai Malioboro) dipimpin oleh Letkol Soeharto
• Sektor Timur dipimpin oleh Ventje Sumual
• Sektor Selatan dipimpin oleh Mayor Sardjono
• Sektor Utara dipimpin oleh Mayor Kusno
• Sektor Kota dipimpin oleh Letnan Amir Murtono
TNI bersama pasukan sipil berhasil mengagetkan pihak Belanda dan menguasai kota Yogyakarta selama 6 jam. Tepat pukup 12.00 seluruh pasukan TNI mundur secara bersamaan. Meski hanya berlangsung selama 6 jam tetapi tujuan utama Indonesia untuk menarik perhatian dunia dapat terwujud karena serangan ini membuktikan bahwa pemerintah RI masih berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia. https://www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/tokoh-dibalik-peristiwa-serangan-umum-1-maret-19682/