Apa yang Dimaksud dengan Transliterasi?
Saat ini banyak anak muda yang berlomba-lomba untuk mempelajari bahasa asing di luar bahasa Inggris. Salah satunya bahasa Korea. Adapun untuk mempelajari aksara Hangeul, adakalanya mereka menyiasati dengan alih aksara dari Hangeul ke huruf latin. Alih aksara tersebut dikenal dengan transliterasi.
Banyak diantara kita yang sering mendengar atau membaca kata transkripsi, transformasi, dan transliterasi. Ketiga kata tersebut merupakan serapan dari kata dasar transcription dan kata berimbuhan transformation dan transliteration. Lantas, apa itu transliterasi?
Secara bahasa, transliterasi berasal dari bahasa Inggris “transliteration”, yang artinya, lambang bunyi, fonem atau kata dalam sistem penulisan, atau lambang yang ditentukan menurut aturan tata bahasa. Dari pengertian ini, dapat diketahui bahwa transliterasi berhubungan dengan lambang bunyi dan sistem penulisan.
Dalam Webster`s Now 20th Century Dictionary, transliterasi diambil dari kata kerja “transliterate,” yang berarti, to write or spell (words, etc) in the alphabetical characters of another language that represent the same sound or sounds. Dalam pengertian ini, transliterasi dapat diartikan sebagai penulisan dan pengucapan karakter huruf asing dalam bentuk lambang yang mempunyai bunyi yang sama.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan laman Wikipedia, transliterasi diartikan sebagai penyalinan dengan penggantian huruf abjad satu ke abjad yang lain. Dalam pengertian ini, transliterasi hanyalah sebuah penggantian abjad saja, bukan penggantian lambang bunyi sebagaimana yang telah tersebut dalam pengertian sebelumnya.
Misalnya, bahasa Indonesia memanfaatkan aksara Latin, yakni huruf a hingga z. Sementara itu, bahasa Korea menggunakan aksara Hangul atau Hangeul. Dengan adanya transliterasi, kita sebagai pembaca awam tidak perlu mempelajari aksara Hangul untuk bisa berbahasa Korea, khususnya dalam konteks pertuturan.
Namun, apabila ingin mendalami suatu bahasa secara lebih jauh, sebaiknya kita pun turut mempelajari aksaranya. Seorang mahasiswa jurusan sastra, misalnya, perlu mempelajari aksara-aksara yang digunakan dalam sebuah bahasa. Dengan ini, mereka dapat menguasai ihwal ortografi dan fonografi.
Di Indonesia, transliterasi yang dimaksudkan adalah transliterasi Arab-Latin, yaitu penyalinan lambang bunyi huruf Arab ke dalam sistem penulisan huruf latin.
Misalnya: Transliterasi huruf Arab seperti ba’ dilambangkan dengan huruf Latin [b] dibaca [be], ta’ dilambangkan dengan huruf Latin [t] dibaca [te], ra’ dilambangkan dengan huruf Latin [r] dibaca [er] dan lain sebagainya. Sumber : kelaspintar.id