Cari Tahu Bahaya Prank terhadap Anak

 

Kemudahan akses internet dan sosial media memicu banyak hal positif dan negatif. Alih-alih demi konten, banyak hal negatif yang dilakukan, salah satunya adalah fenomena Prank. Mirisnya, Prank tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tak sedikit juga orang tua yang dengan sengaja melakukan prank terhadap anak. Apa bahaya prank terhadap anak?

Prank adalah kejahilan yang dilakukan untuk sebuah bentuk kesenangan. Prank tak hanya dilakukan dalam pergaulan anak. Perilaku yang semakin booming di internet juga tak jarang dilakukan orang tua terhadap anak. Tren prank sendiri dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan teknologi yang membuat banyak orang beralih tontonan dari televisi ke platform media sosial.

Sayangnya, perkembangan ini tidak dibarengi dengan filter yang ketat. Alhasil, banyak konten yang tidak layak menjadi tontonan anak. Mirisnya lagi banyak konten prank yang menjadi konsumsi anak-anak. Akibatnya, banyak anak-anak yang mencontoh dan melakukan Prank terhadap anak lainnya. Mirisnya lagi, banyak orang tua juga kedapatan melakukan Prank terhadap anak.

Nah, berikut adalah bahaya Prank terhadap anak sebagaimana dilansir berbagai sumber, antara lain:

1. Trauma hingga dewasa

Prank dapat memberikan dampak buruk berupa trauma yang berkepanjangan. Rasa trauma sulit diobati dan bisa terbawa hingga mereka dewasa. Karena anak mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan, apalagi dengan memunculkan rasa kaget atau secara mendadak.

Rasa trauma ini akan berefek pada rasa takut berlebihan. Bahkan anak dapat memiliki gangguan tidur akibat perasaan takut tersebut. Kadang trauma terhadap prank sering disangka sebagai hal yang lucu atau untuk senang-senang. Padahal rasa trauma ini efeknya sangat mengganggu. Apalagi bagi anak-anak.

2. Menurunkan rasa percaya diri anak

Alih-alih demi konten banyak yang merekam hasil pranknya, bahkan tidak jarang hasil rekaman ini juga disebarluaskan di media sosial. Hal ini dapat membuat anak merasa tidak percaya diri dan malu. Meski usianya masih kecil, mereka juga seorang pribadi yang memiliki pikiran dan perasaan.

Jadi, selalu berhati-hati untuk tidak menyinggung perasaan anak. Karena prank biasanya membuat seseorang jadi bahan tertawaan. Dampak buruk dari prank yang satu ini dapat menurunkan rasa percaya diri anak. Bahkan hingga mereka dewasa.

3. Menjadi pelaku bullying

Dampak buruk prank juga bisa melahirkan sosok perundung. Karena anak yang sering menonton bahkan menjadi korban prank akan menirukan perilaku tersebut ke teman-temannya.

4. Mengalami trust issue

Dampak buruk prank pada anak, yakni trust issue. Pada dasarnya anak mulai belajar mempercayai lingkungan. Bagi anak, prank yang dilakukan oleh orang terdekatnya adalah ‘pengkhianatan’, sehingga menimbulkan rasa kecewa. Hasilnya, anak bisa menumbuhkan rasa tidak percaya pada orang tua atau teman terdekatnya, karena beranggapan bahwa orang terdekatnya telah menyakitinya.

5. Memicu stres pada anak

Ketika prank yang dilakukan teman atau orang tua telah melewati standar anak dalam bercanda. Apalagi jika jenis prank yang dilakukan memicu rasa marah, frustasi, dan rasa sedih pada anak. Meskipun anak-anak usia awal pada dasarnya suka bercanda, namun mereka cenderung memiliki batas toleransi bercanda yang lebih sempit, karena mereka belum mampu mengerti alasan sebenarnya melakukan prank. Mereka justru menganggap prank sebagai hal yang buruk dan jahat.

6. Menimbulkan perasaan tidak berharga

Bagi beberapa anak, respon tertawa dan dipermalukan dari orang yang menjahilinya bisa dianggap sebagai bentuk ‘penghinaan’ atau ‘ejekan’ yang melukai harga diri dan perasaan. Akhirnya anak akan mengamuk setelah ditertawakan, karena ini bentuk anak mempertahankan serta membela harga dirinya.

Secara tidak sadar, anak dapat membawa pengalaman emosional dari prank, yaitu perasaan dipermalukan ke alam bawah sadarnya yang kemudian beranggapan telah merendahkan harga dirinya.

Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/parenting/cari-tahu-bahaya-prank-terhadap-anak-18949/