Melihat Perayaan idul Fitri di Berbagai Negara

 

Idul Fitri atau dikenal juga dengan Lebaran di Indonesia, selalu menjadi momen yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Alasannya sederhana, Idul Fitri merupakan hari besar yang dirayakan setelah berpuasa selama satu bulan lamanya. Tak heran, jika hari ini dirayakan secara spesial. Berbagai negara di dunia bahkan memiliki cara perayaan Idul Fitri yang unik dan berbeda.

Bagi kita di Indonesia, Idul fitri menjadi hari raya utama, dimana momen untuk berkumpul bersama keluarga, kembali tercipta. Satu atau dua pekan sebelum Idul fitri, umat Islam di Indonesia biasanya mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah mudik atau pulang kampungt. Tak heran, pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui.

Idul fitri di Indonesia juga tak lepas dari berbagai tradisi seperti bagi-bagi THR serta silaturahmi ke rumah-rumah tetangga ataupun saudara. Kita mengenalnya dengan dengan “halalbihalal”. Berikut ini, beberapa hal yang dilakukan orang-orang di berbagai negara dalam perayaan idul Fitri?

Bangladesh, India, pakistan

Di negara-negara ini, malam sebelum Idul fitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Pada hari ini orang-orang mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja. Para perempuan, terutama yang muda, sering kali satu sama lain mengecat tangan mereka dengan bahan tradisional henna dan serta memakai rantai yang warna-warni.

Cara yang paling populer di Asia Selatan selama perayaan Idul fitri adalah dengan mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain. Anak-anak didorong untuk menyambut para orang tua. Di dalam penyambutan ini, mereka juga berharap untuk memperoleh uang, yang disebut Eidi.

Arab saudi, Sudan, Suriah

Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idul fitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pergelaran teater, pembacaan puisi, parade, dan sebagainya. Soal menu lebaran, umat Islam di Arab Sausi menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional.

Tiongkok

Perayaan idul Fitri di Tiongkok, tepatnya di Xinjiang, terbilang meriah. Bisanya kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Id, perayaan idul Fitri dilakukan dengan makan bersama dan bersilaturahmi.

Eropa

Di Eropa, perayaan Idul fitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, hari raya ini tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Umat islam di Inggris merayakannya secara sederhana dengan mendengar Khotbah yang disampaikan oleh imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman.

Amerika Utara

Perayaan idul Fitri di Amerika Utara umumnya dilakukan dengan cara yang tenang dan khidmat. Keluarga muslim disini akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim di negara ini adalah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majelis yang paling dekat untuk salat.

Setelah salat dan khotbah, para jemaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idulfitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.

Sumber : www.kelaspintar.id