Dunia Pendidikan Yang Tidak Mampu Move On (Sedikit Catatan Keresahan Seorang Pendidik yang berhadapan dengan dilema)

 

Salah satu ciri teknologi 4.1 adalah Cloud Computing. Komputasi awan (cloud computing) adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, dimana pengguna komputer diberikan hak akses (login) menggunakan cloud untuk dapat mengkonfigurasi peladen (server) melalui internet. Contohnya, hosting situs web berbentuk peladen virtual. Ada tiga jenis model layanan dari komputasi awan, yaitu:

• Cloud Software as a Service (SaaS), layanan untuk menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh infrastruktur awan;

• Cloud Platform as a Service (PaaS), layanan untuk menggunakan platform yang telah disediakan, sehingga pengembang hanya fokus pada pengembangan aplikasi;

• Infrastructure as a Service (IaaS), layanan untuk menggunakan infrastruktur yang telah disediakan, dimana konsumen dapat memproses, menyimpanan, berjaringan, dan memakai sumber daya komputasi lain yang diperlukan oleh aplikasi. Produk-produk cloud computing di Indonesia:

a. K-Cloud;

b. CloudKilat;

c. Dewaweb;

d. IDCloudHost;

e. FreeCloud.

Tetapi kita memang susah untuk Move on, dibidang teknologi ini, karna kita masih senang meminta data dalam bentuk Prit out yang merupakan teknologi 3.1. Disatu sisi kita diminta untuk mengajar dengan menggunakan teknologi 4.1 sperti yang digambar gemorkan oleh Kemdikbudrisetdikti, tetapi di satu sisi kita di wajibkan untuk mengumpulkan perangkat dalam bentuk Print out. Jadi kapan kita akan maju kalau di satu sisi kita di suruh menlangkah maju tetatpi disisi lain kita diusruh tetap tinggal ditempat.

Dalam proses pembelajaran kita di minta untuk mengajar dengan pembelajaran berdifrensiasi yaitu pengajaran dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif **), tetapi disisi lain kita guru diwajib kan mengumpulkan data dalam bentuk print out, tidak diberi alternatif yang lain. inilah bukti kehidupan kita yang tidak bisa move on.

sebagai sekolah penggerak seharusnya kita mempelopori penerapan teknologi 4.1 disekolah, Kata Aa Gym, Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang kecil dan mulailah dari sekarang.(Drs.Haryanto)

Sumber :

*) https://aptika.kominfo.go.id/2020/01/revolusi-industri-4-0/

**) https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_berdiferensiasi