Kembali ke Sekolah, Tips Menjaga Anak Tetap Sehat !

 

Sejak pandemi Covid-19 merebak, sistem pendidikan di Indonesia mengalami perubahan mendasar, dilaksanakan secara online. Meskipun hingga saat ini pandemi masih berlangsung, dengan program vaksinasi yang terus digenjot, akhirnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Lalu, bagaimana dengan kesehatan anak? Berikut beberapa tips untuk menjaga anak tetap sehat selama PTM.

Kesehatan tentunya menjadi prioritas bagi pemerintah dalam menetapkan pembelajaran tatap muka. Ada skala prioritas yang harus dijalankan secara ketat dalam menggelar pembelajaran tatap muka ini, yakni melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan melaksanakan vaksinasi terhadap anak usia sekolah.

Memang, infeksi Covid-19 pada anak-anak, terutama yang masih kecil, cenderung lebih ringan, yang berarti mereka tidak memiliki gejala separah orang dewasa dan bahkan sebagian besar anak cenderung mengalami infeksi tanpa gejala. Akan tetapi, tidak dapat dimungkiri bahwa kasus-kasus infeksi COVID-19 pada anak yang berat juga dapat ditemui.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa sistem kekebalan tubuh yang baik dapat dibangun dengan gaya hidup sehat, terutama makan makanan yang bergizi, berolahraga secara tertaur, serta tidur yang cukup. Kekebalan tubuh yang optimal dapat menjadi penghalang risiko seseorang dalam tertular dengan infeksi COVID-19.

Untuk menjaga kesehatan anak, para oran tua perlu mengetahui tips menjaga anak tetap sehat saat PTM berlangsung, apa saja?

1. Mengajarkan anak gaya hidup sehat dan menjaga protokol kesehatan

Cara terbaik untuk menjaga anak-anak tetap aman adalah tentang pencegahan. Pastikan anak-anak diajarkan untuk mengetahui menjaga kebersihan diri mulai dari memiliki tangan yang bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Ajarkan anak untuk mempraktikkan etiket pernapasan, seperti mereka bersin ke arah siku mereka. Jadikan hal-hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Memastikan bahwa mereka mengikuti panduan setempat untuk memakai masker dengan benar dan selalu dipakan selama kegiatan PTM.

2. Pastikan memilih makanan sehat dan bergizi, serta pola pemberian makan

Anak-anak perlu makan dari setidaknya empat kelompok makanan setiap hari termasuk buah dan sayuran yang sehat dan berwarna-warni, biji-bijian, kacang-kacangan, produk hewani dan susu, dan makanan pokok seperti nasi. Mereka juga perlu minum banyak cairan seperti air mineral agar mereka tetap terhidrasi.

Agar anak-anak tetap aktif di siang hari, tambahkan satu atau dua camilan sehat untuk dimakan di antara waktu makan dan perbanyak air mineral. Pilih camilan seperti buah atau sayuran yang lunak atau dipotong-potong sesuai dengan usia anak.

Ajarkan untuk membawa bekal dari rumah untuk semua kebutuhan anak selama di sekolah. Hal ini untuk memungkinkan anak tidak jajan di sekolah.

3. Berikan waktu istirahat yang cukup untuk anak

Tidur adalah bagian penting dari rutinitas setiap orang dan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang secara teratur mendapatkan jumlah tidur yang cukup telah meningkatkan perhatian, perilaku, pembelajaran, memori, dan kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Kurang tidur dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, obesitas, dan bahkan depresi.

Durasi optimal tidur malam bagi anak bergantung pada usia anak. American Academy of Pediatrics merekomendasikan:

• Bayi di bawah 1 tahun: 12-16 jam
• Anak-anak berusia 1-2 tahun: 11-14 jam
• Anak-anak berusia 3-5 tahun: 10-13 jam
• Anak-anak 6-12 tahun: 9-12 jam
• Remaja 13-18 tahun: 8-10 jam

4. Pastikan anak tetap beraktivitas fisik rutin

Anak-anak dan remaja lebih banyak duduk daripada biasanya. Mereka menghabiskan berjam-jam setiap hari di depan layar (TV, smartphone, tablet, dan perangkat lain) melihat berbagai media (acara TV, video, film, game). Terlalu banyak waktu di depan layar dan tidak cukup aktivitas fisik menambah masalah obesitas pada masa kanak-kanak.

Salah satu cara terbaik untuk membuat anak lebih aktif adalah membatasi jumlah waktu yang dihabiskan dalam aktivitas yang tidak banyak bergerak, terutama menonton TV atau layar lainnya.

5. Mendorong anak untuk tetap mengikuti imunisasi sesuai jadwal

Sejak awal diumumkannya pandemi, cakupan imunisasi rutin untuk mencegah penyakit anak seperti campak, rubella, dan difteri sempat menurun. Padahal, hal itu meningkatkan kerentanan penyebaran infeksi baru, serta khususnya kepada anak-anak di bawah 12 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Untuk itu, orang tua harus tetap memberikan imunisasi lainnya sesuai jadwal untuk kepentingan kesehatan jangka panjang. Saat hendak menuju tempat imunisasi, pastikan anak dalam kondisi sehat, tidak sedang demam, batuk, pilek, diare, atau pun ada riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Pastikan pula riwayat imunisasi anak tercatat rapi pada buku KIA atau buku catatan imunisasi dan datang tepat waktu ke tempat imunisasi untuk mengurangi kontak dengan banyak orang selama bepergian ke luar rumah terutama saat bersekolah.

Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/parenting/kembali-ke-sekolah-tips-menjaga-anak-tetap-sehat-14669/