Apa yang Kamu Ketahui tentang ISO?

 

Kualitas merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam banyak hal, mulai dari aturan, produk hingga bisnis. Standardisasi menjadi hal yang mutlak dipenuhi, meskipun di setiap negara memiliki perbedaan tingkatan. Hal inilah yang mendorong lahirnya ISO atau The International Organization for Standardization.

Dilansir laman Wikipedia, ISO sendiri merupakan badan penetap standar internasional yang beranggotakan para wakil badan standardisasi nasional dari setiap negara. Lebih dari 160 negara di organisasi ini bertanggung jawab untuk meningkatkan standar produk, jasa, dan sistem untuk memperhatikan kualitas, efisiensi, dan keamanan.

Setiap perusahaan memang tidak diharuskan untuk patuh pada standar ISO, tapi perusahaan yang telah mendapatkan sertifikat ini pasti memiliki produk yang telah terjamin kualitasnya. Artinya, perusahaan tersebut akan lebih dipercaya oleh konsumen dan tentu lebih berpeluang besar untuk unggul di persaingan pasar global.

Untuk itu, memiliki standar ISO adalah sebuah hal besar bagi suatu perusahaan. Meskipun memang harus melalui berbagai proses yang rumit, tapi hasil yang didapat tentu akan sangat sepadan. Bisa dibilang, ISO dan standar lainnya adalah aturan dasar perushaan untuk terus mengukur, mengevaluasi, dan meningkatkan sistem yang memastikan kualitas dan keandalan produk secara keseluruhan.

Sejarah

Pada tahun 1946, 25 delegasi berbagai negara berkumpul di London, Inggris untuk melakukan pembahasan mengenai standardisasi. Setahun berikutnya, tepatnya pada 23 Februari 1947 ISO mulai menjalankan tugasnya sebagai Badan Standardisasi Internasional. Pasca Perang Dunia, badan standarisasi ini menjadi kunci untuk merekonstruksi dunia sekaligus memfasilitasi penyatuan batas standardisasi di semua negara.

ISO adalah kependekan dari The International Organization for Standardization. Ini adalah badan non-pemerintah yang terdiri dari lebih dari 160 negara. Mereka bertanggung jawab untuk mengembangkan standar untuk berbagai industri yang mempromosikan kualitas, keamanan, dan efisiensi.

Dengan adanya organisasi ini akan membuat ISO memberikan spesifikasi untuk kelas dunia dalam berbagai macam hal. Perusahaan yang telah terverifikasi oleh badan ini akan berpeluang dalam memenangkan persaingan pasar global tersebut karena memberikan jaminan kualitas produk agar konsumen lebih percaya terhadap produk tersebut.

Manfaatnya untuk Bisnis

Secara umum, manfaat ISO adalah untuk menerapkan standar internasional di bidang komersial dan industrial. Namun, badan ini masih memiliki beberapa manfaat lainnya, seperti:

1. Membangun image positif perusahaan

Manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh perusahaan bersertifikat ISO adalah memiliki image atau brand yang jauh lebih baik secara global. Artinya, perusahaan tersebut akan mudah untuk berkembang hingga ke mancanegara.

2. Menjamin kredibilitas perusahaan

Ketika sistem manajemen mutu suatu perusahaan sesuai dengan standar internasional, maka tingkat kredibilitasnya pun akan lebih terjamin. Semua hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut telah memiliki standar yang baik sehingga akan memberikan nilai positif pada kepuasan konsumen.

3. Menambah tingkat kepercayaan konsumen

Apabila kredibilitas perusahaan sudah terjamin, maka konsumen pun akan lebih tertarik untuk memilihnya dibandingkan dengan kompetitor yang belum mendapatkan ISO. Sebagai dampaknya, tingkat kepercayaan konsumen akan turut bertambah hingga memungkinkan mereka untuk menjadi pelanggan setia.

4. Menghemat dana

Perusahaan yang telah memiliki standar ISO akan dapat menghemat anggaran yang berkaitan dengan kinerja dan produk gagal. Pasalnya, perusahaan tersebut secara otomatis menggunakan sistem manajemen khusus untuk dapat mengetahui kinerja di dalam perusahaan.

Saat terdapat penurunan kinerja atau ada produk yang akan gagal, maka perusahaan dapat segera melakukan upaya antisipasi terhadap masalah tersebut.

5. Kualitas produk bertaraf internasional

Memiliki produk yang berstandar internasional jelas memberikan nilai plus di mata konsumen. Namun untuk mendapatkannya, suatu perusahaan harus melalui siklus bernama PDCA (Plan, Do, Check, Act). Pada siklus ini terdapat proses identifikasi, analisis, dan eksekusi untuk menyelesaikan masalah yang menjamin kualitas sesuai standar internasional.

6. Kinerja karyawan lebih optimal

Prinsip manajemen mutu yang ditetapkan oleh ISO dibuat untuk dilaksanakan seluruh karyawan. Alhasil, kinerja karyawan menjadi lebih berkualitas, efisien, dan produktif sesuai dengan standar ISO

Jenis-jenis ISO

Terdapat delapan jenis standar umum yang ditetapkan oleh ISO untuk digunakan perusahaan agar bisa bersaing secara global dan sudah diterapkan di banyak perusahaan di Indonesia.

1. ISO 9001

Standar ini adalah yang paling banyak diterapkan oleh perusahaan. Ini merupakan sistem manajemen mutu yang memiliki karakteristik pendekatan proses untuk memperbaiki efektivitas manajemen mutu di suatu perusahaan.

2. ISO 22000

Standar ISO yang mengatur sistem manajemen keamanan pangan. ISO 22000 ditujukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang minuman dan makanan. Setiap perusahaan yang ingin mendapatkan standar ini harus melakukan kontrol internal serta memiliki rencana proses dan pengendalian untuk setiap produknya.

3. ISP/IEC 27001

Merupakan standar yang mengatur Informasi Security Management System (ISMS) atau sistem manajemen keamanan informasi. Standar ini digunakan pada perusahaan aplikasi IT dan yang sejenisnya.

4. ISO 14001

Standar ISO ini berkaitan dengan sistem manajemen lingkungan dengan berbagai aspek yang wajib dipenuhi, seperti penghematan air, bahan bakar, energi, dan pengelolaan limbah.

5. ISO TS 16949

Standar ini berhubungan dengan sistem manajemen mutu untuk industri otomotif dengan konsep perbaikan berkelanjutan, tindakan pencegahan dan perbaikan, serta pengendalian rantai pemasok.

6. ISO 5001

Ini adalah standar untuk sistem manajemen energi supaya perusahaan mempunyai sistem untuk memperbaiki konsumsi energi, kinerja, dan efisiensi.

7. ISO/IEC 17025

Standar ini mengatur lembaga pengujian atau laboratorium yang bertujuan untuk menjamin keakuratan hasil pengujian pada bidang kesehatan, perlindungan konsumen, perdagangan, dan produksi.

8. ISO 28000

Standar yang mengatur sistem keamanan pasokan untuk perusahaan berisiko tinggi, seperti hotel, perbankan, pertambangan, dan sejenisnya.

Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/apa-yang-kamu-ketahui-tentang-iso-16413/