7 Kerajaan Tertua di Dunia

 

Sejak berabad-abad silam, sistem pemerintahan tertua di dunia adalah monarki atau disebut kerajaan. Maka tidak salah, bila monarki atau sistem pemerintahan kerajaan menjadi sistem tertua di dunia. Saat ini, tak sedikit negara di dunia yang masih mempertahankan sistem pemerintahan tersebut. Berikut 7 diantaranya yang termasuk kerajaan tertua di dunia.

Dalam sejarahnya, pada abad ke-19, tercatat terdapat lebih 900 tahta kerajaan di dunia, tetapi menurun menjadi 240 dalam abad ke-20. Penurunan jumlah tahta kerajaan di dunia ini tentunya terjadi seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat.

Bagi negara yang masih mempertahankan sistem pemerintahan kerajaan tentunya tercatat menjadi kerajaan tertua di dunia karena eksistensinya hingga saat ini. Berikut adalah daftar 7 kerajaan tertua di dunia:

1. Denmark

Sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan pertama adalah Denmark. Denmark telah memiliki raja atau ratu sejak 935 Masehi. Sejak saat itu juga Denmark menjadi negara yang memiliki sistem pemerintahan kerajaan. Asal usul kata Denmark sendiri yakni dari hubungan antara suku Dan dengan Denmark. Sejarah penggabungan sebagai satu kerajaan pun masih diperdebatkan.

Denmark merupakan negara Nordik yang paling kecil dan paling selatan. Denmark terletak di sebelah barat daya dari Swedia dan selatan dari Norwegia. Bahasa resminya yakni bahasa Denmark yang serumpun dengan bahasa Swedia dan bahasa Norwegia.

2. Maroko

Maroko merupakan negara dengan sistem pemerintahan berbentuk monarki tertua di dunia. Maroko menerapkan sistem pemerintahan kerajaan ini sejak 788 Masehi. Namun, penyebutan raja berlaku sejak tahun 1957. Secara geografis, Maroko adalah sebuah negara yang memiliki garis pantai yang sangat panjang di Samudera Atlantik.

Maroko juga memiliki wilayah yang sebagian besarnya terdiri dari gurun dan pegunungan terjal. Maroko menjadi salah satu negara yang memiliki ragam budaya. Sebab negara ini menjadi tempat pertemuan budaya dari berbagai negara. Hal tersebut tentunya menarik perhatian wisatawan ketika berkunjung ke Maroko.

3. Inggris Raya

Sistem pemerintahan Inggris yang berbentuk kerajaan tentu sudah diketahui oleh hampir masyarakat dunia. Saat ini, Inggris dipimpin oleh seorang Ratu Elizabeth II yang sudah menjabat selama 65 tahun. Inggris merupakan negara yang lokasinya paling dekat ke benua Eropa dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Kepulauan Britania.

Secara geografis, Inggris mencakup dua pertiga dari Pulau Britania Raya di bagian tengah dan selatan, ditambah pulau-pulau lepas pantai seperti Isle of Wight dan Isles of Scilly. Inggris berbatasan dengan dua negara lainnya di Britania Raya; Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat.

Negara Inggris merupakan salah satu negara yang kerap dikunjungi oleh seluruh masyarakat di dunia. Negara ini juga kerap dijadikan pilihan untuk calon mahasiswa yang ingin menuntut ilmu.

4. Kamboja

Sistem kerajaan Kamboja dibentuk pada 68 Masehi. Perbedaan antara sistem kerajaan Kamboja dengan yang lainnya yakni pergantian kekuasaan tidak turun temurun. Melainkan dengan sistem pemilihan. Perkembangan peradaban Kamboja terjadi pada abad 1 Masehi. Selama abad ke-3,4 dan 5 Masehi, negara Funan dan Chenla bersatu untuk membangun daerah Kamboja.

Negara ini merupakan penerus Kekaisaran Khmer yang pernah menguasai seluruh Semenanjung Indochina antara abad ke-11 dan 14. Kamboja berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di utara, Vietnam di timur, dan Teluk Thailand di selatan. Sungai Mekongdan Danau Tonle Sap melintasi negara ini. Kamboja mempunyai area seluas 181.035 km2. Berbatasan dengan Thailand di barat dan utara, Laos di timurlaut dan Vietnam di timur dan tenggara.

5. Swedia

Negara dengan sistem pemerintahan berbentuk kerajaan selanjutnya adalah Swedia. Sistem kerajaan negara ini didirikan pada 970 Masehi. Namun, penyebutan tentang Raja Swedia sudah sejak 100 Masehi. Swedia tidak memiliki bahasa resmi, namun secara de facto, bahasa resminya adalah bahasa Swedia atau Svenska ditambah 5 bahasa minoritas lain.

Secara geigrafis, Swedia terletak di belahan bumi utara dan di utara, terdapat wilayah di dalam Lingkaran Arktik namun beriklim sedang. Di sebelah timur, wilayahnya dibatasi Laut Baltik dan Teluk Bothnia. Batasnya di barat dengan Norwegia adalah Pegunungan Skandinavia.

6. Jepang

Sistem pemerintah berbentuk kerajaan di Jepang didirikan pada 660 Masehi. Pemimpin kerajaan di Jepang tidak dengan sebutan Raja maupun Ratu, melainkan Kaisar. Kaisar Akihito merupakan Kaisar yang memimpin Negara Matahari Terbit sejak 1989-2019. Kini, tahta kerajaan turun kepada anak sulungnya.

Jepang terdiri dari 6.852 pulau dan menjadikannya sebagai negara kepulauan. Jepang memiliki lebih dari 3.000 pulau yang terletak di pesisir Lautan Pasifik di timur benua Asia. Istilah Kepulauan Jepang merujuk kepada empat pulau besar, dari utara ke selatan, Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu, serta Kepulauan Ryukyu yang berada di selatan Kyushu.

Budaya Jepang selalu menarik perhatian wisatawan yang berkunjung. Kebiasaan orang Jepang juga kerap menjadi inspirasi buat masyarakat yang tidak berasal dari negara ini. Kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan negara Jepang sudah ada sejak lama.

7. Norwegia

Norway adalah nama rasmi Kerajaan Beraja Norway. Norwegia memulai sistem kerajaan berbentuk kerajaan pada 885 Masehi. Sistem kerajaan Norwegia memiliki sistem turunan. Norwegia mempunyai dua bahasa resmi, yaitu Riksmal atau Bokmal. Bokmal ditulis dari bahasa dan perangkat bahasa buku, sedangkan Nynorsk adalah bahasa yang diucapkan dan sebagai bahasa Norwegia Baru.

Bentang alam Norwegia pada umumnya kasar dan bergunung-gunung, sebagian besar tertutup oleh gletser dan memiliki tepi pantai sepanjang lebih dari 83.000 km yang dibatasi oleh fyord. Iklim di Norwegia adalah iklim temperat, terutama di daerah pesisir yang disebabkan oleh pengaruh Gulf Stream.

Sumber : https://www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/7-kerajaan-tertua-di-dunia-14113/