Pemanfaatan TIK Secara Bijak Perlu Diajarkan Sejak Dini

 

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa tidak mungkin mencegah anak-anak mengakses kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Namun yang paling penting adalah mengajarkan dan membiasakan anak-anak menggunakan peralatan TIK ataupun gawai secara bijak dan bertanggung jawab.

"Kita tidak mungkin mencegah apalagi melarang anak-anak kita untuk memiliki akses kepada teknologi informasi terbaru. Kita akan sia-sia kalau menghadang ekspansi perkembangan teknologi ini," kata Muhadjir Effendy, usai membuka International Conference on Early Childhood Education and Care di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHAMKA Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Guru dan orang tua perlu memiliki kearifan dalam memanfaatkan peralatan TIK, dan membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan teknologi tersebut. "Yang paling penting orang tua dan juga guru memiliki kearifan menyikapi hal ini. Kan tidak mungkin orang tua menggunakan gawai, sementara anak-anak dilarang menggunakannya," kata Mendikbud.

Kemajuan TIK, termasuk di dalamnya media sosial, dapat disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif, seperti perundungan, penyebaran berita bohong dan konten-konten asusila. Guru dan orang tua perlu memberi contoh kepada anak-anak atau siswanya tentang penggunaan media sosial yang bijak dan produktif.

Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Joko Widodo juga mengimbau untuk menggunakan media sosial secara bijak. Presiden menekankan bahwa teknologi Internet dan media sosial jika dimanfaatkan secara positif menyimpan banyak manfaat, namun di sisi lain teknologi ini juga memiliki dampak negatif.

"Gunakan gawai, media sosial itu untuk hal-hal yang positif, yang baik, jangan untuk menjelek-jelekkan orang lain. Saling mencaci dan menjelekkan orang lain di media sosial, bukanlah nilai-nilai yang dianut bangsa Indonesia, dan bertentangan juga dengan nilai-nilai agama maupun etika yang kita miliki," pesan Presiden beberapa waktu yang lalu.