Peradaban Tiongkok Kuno: Bentuk Pemerintahan

 

Sejarah tidak akan lepas dari suatu peristiwa, di dunia ini terdapat banyak negara yang menyebar dan memulai awal peradabannya. Salah satunya adalah Peradaban Tiongkok Kuno. Dimana, akar Peradaban Tiongkok Kuno ini terus bersambung sampai dengan Tiongkok/China di masa modern.

Peradaban Tiongkok Kuno berlangsung sejak 2070 SM. Peradaban ini terutama terjadi dikawasan lembah sepanjang Sungai Huang Ho dan Sungai Yangtze. Sungai Huang Ho banyak mengandung lumpur membuat airnya berwarna kekuningan sehingga dijuluki Sungai Kuning. Banjir musiman dari kedua sungai meninggalkan endapan lumpur disepanjang tepiannya. Akibatnya, lembah sepanjang kedua sungai merupakan kawasan subur yang cocok untuk membangun dan mengembangkan peradaban.

Bentuk Pemerintahan Bentuk pemerintahan dalam Peradaban Tiongkok Kuno adalah Kerajaan yang diperintah seorang Kaisar. Sejarah Tiongkok Kuno ditandai dengan berdirinya dinasti-dinasti yang silih berganti memegang kekuasaan. Beberapa dinasti antara lain sebagai berikut :

Xia (2205 hingga 1575 SM)

Dinasti pertama di Tiongkok, sangat sedikit informasi tentang Xia ini.

Shang (1570 hingga 1045 SM) Dinasti ini menguasai sebagian besar wilayah di sepanjang sungai Huang Ho. Pusat pemerintahan terletak di kota besar Yin. Zhou (1045-26 SM)

Dinasti terpanjang yang berkuasa dalam sejarah Tiongkok. Dinasti pertama kali menggunakan mandat ilahi untuk melegitimasi kekuasaan mereka. Semasa pemerintahan mereka sebagian besar tanah dikuasai oleh tuan tanah feodal dari kalangan keluarga sendiri (nepotisme).

Qin (221 SM hingga 206 SM)

Awal kekaisaran Tiongkok yang sebenarnya. Shi Huangdi menjadi kaisar Tiongkok pertama. Meskipun singkat, dinasti ini banyak meraup prestasi seperti proyek Tembok Besar, penetapan standar berat ukuran, dan mata uang, pembangunan jaringan jalan dan kanal, pembentukan satu jenis tulisan di seluruh negeri. Prestasi itu menyatukan Tiongkok sebagai kekaisaran yang kuat dan disegani.

Han (206 SM hingga 220 M)

Dinasti ini mendirikan birokrasi sipil untuk menciptakan pemerintahan yang kuat dan terorganisasi. Prestasi dinasti ini antara lain penemuan kertas dan porselen, berkembang pesatnya Konfusianisme, puisi, dan sastra.

Enam Dinasti (222 hingga 581 M)

Masa saat Tiongkok tidak bersatu dibawah satu pemimpin tunggal. Sui (589 hingga 618 M)

Dinasti ini menyatukan Tiongkok kembali dibawah satu pemerintahan. Mereka juga memperluas Tembok Besar dan membangun kanal besar.

Tang (618 hingga 907 M)

Dinasti ini mampu menggalang kedamaian dan kemakmuran. Masa pemerintahan dinasti Tang termasyur diakui sebagai zaman keemasan Tiongkok Kuno. Seni, sastra, dan teknologi berkembang pesat. Ibu kota Chang an menjadi kota terbesar di dunia.

Lima Dinasti (907 hingga 960)

Pemberontakan petani menjatuhkan dinasti dan menjerembapkan Tiongkok pada kondisi terpecah-belah.

Song (960 hingga 1279)

Dinasti ini berhasil menyatukan Tiongkok kembali. Tiongkok menjadi pemimpin dunia dalam sains dan teknologi termasuk prestasi penemuan berupa mesiu dan kompas.

Yuan (1279 hingga 1368)

Dinasti ini berasal dari Monggol dan mengalahkan dinasti Song dalam perang berlarut-larut. Kubilai Khan, seorang pemimpin Monggol mendirikan dinasti Yuan.

Ming (1368 hingga 1644) Dinasti terakhir dari kekaisaran Tiongkok Kuno. Dinasti Ming menyelesaikan Tembok Besar dan membangun Kota Terlarang, sebuah istana besar bagi kaisar. (dikutip dari berbagai sumber)